Perpusnas Berlakukan Strategi Baru, Pada Masa Pademi Covid-19

- 4 Juni 2020, 06:57 WIB
SEJUMLAH pelajar mengakses e-Pustaka saat peluncuran di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung.*

JURNAL GARUT - Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) akan memberlakukan berbagai keharusan baru. Hal ini juga mengharuskan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) menyiapkan skenario baru demi menunjang aktivitas pelayanan. Peralihan kondisi baru dari kondisi sebelumnya (the new normal) akibat pandemi Covid-19, khususnya pada layanan Perpusnas yang berada di Jalan Merdeka Selatan Nomor 11, Jakarta Pusat.

Jika skenario yang dirancang ini sudah berhasil disusun, maka aktivitas pelayanan Perpusnas bisa kembali dibuka.

"Kami sedang susun strategi untuk penerapan new normal yang bertujuan menunjang aktivitas pelayanan Perpustakaan Nasional sebelum dibuka kembali untuk umum,” jelas Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas, Joko Santoso, dalam Siaran Persnya, Minggu 31 Mei 2020.

Baca Juga: Pembelajaran Jarak Jauh Harus, Aturan Baru Dimasa Pandemi Covid-19

Dijelaskan Joko, penyiapan strategi dilakukan Perpusnas melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Langkah ini dirasa perlu dilakukan sesegera mungkin agar efektivitas pelayanan kembali berjalan. Perpusnas menjamin cara strategis tersebut nantinya sudah sesuai dengan situasi dan kebutuhan kenormalan baru.

Prosedur baru di era kenormalan baru, kata Joko, telah disepakati bersama dan sesuai prosedur kesehatan yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Joko mengakui bahwa tidak menutup kemungkinan dilakukan sinergi dengan stakeholder yang ada.

Strategi kenormalan baru disusun pasca diputuskan oleh Presiden Jokowi yang dituangkan ke dalam surat edaran Permenpan RB yang meminta pengaturan aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) disesuaikan dengan kondisi dan situasi terkini.

Baca Juga: Tandingi Pajero Sport, Hyundai Hadirkan Santa Fe Berdesain Futuristik

Artinya, seluruh instansi diminta menentukan sendiri sektor-sektor mana yang bisa melakukan aktivitasnya dari rumah (work from home/wfh), mana yang perlu diberlakukan sistem bergiliran (shifting), dan melakukan kerja penuh dari kantor seperti biasa.

Sejalan dengan edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Perpusnas melalui Surat Edaran Nomor 3407/2/KPG.10.00/V/.2020 Tentang Perubahan Surat Edaran Nomor 3250/2/KPG.10.00/V/.2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan Perpustakaan Nasional juga telah memperpanjang masa Work From Home (WFH) sampai tanggal 4 Juni 2020.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X