Mahfud MD: Djoko Tjandra Harus Dihukum Lebih Berat, Pejabat yang Melindunginya Dipidana

- 1 Agustus 2020, 09:37 WIB
MENTERI Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menanggapi permasalahan RUU HIP.* /Antara/

JURNAL GARUT - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut, pemerintah suda dipermainkan oleh mafia hukum sejak tahun 2009 dalam kasus terpidana hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Menurut dia, permainan hukum oleh mafia ini terlihat, sebab Djoko mengetahui akan divonis selama dua tahun dan kabur sebelum hakim mengetok palu.

"Siapa yang memberi karpet kepada dia saat itu sehingga bisa kabur sebelum hakim mengetukkan vonisnya? Limbah mafia ini sudah lama ada, perlu kesadaran kolektif," terangnya seperti dikutip Jurnal Garut dari Pikiran-Rakyat.com dengan judul "Mahfud MD Sebut Hukuman Djoko Tjandra Dapat Lebih Berat dari Sebelumnya".

Baca Juga: Daftar Masalah Djoko Tjandra, Buron Hingga Ingin Pindah Kewarganegaraan

Mahfud juga beranggap, Djoko seharusnya tidak hanya mendekam di penjara selama 2 tahun saja. Karena, beberapa perbuatannya dapat menjadikannya diberi hukuman yang baru dan jauh lebih lama.

"Dugaan pidananya, antara lain, penggunaan surat palsu dan penyuapan kepada pejabat yang melindunginya," tambahnya.

Seleian itu, untuk pejabat-pejabat yang melindungi Djoko, menurut Mahfud harus dipidanakan juga dan mengajak masyarakat untuk memantau kasus ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam di Butik LM Surabaya Pemuda Sabtu 1 Agustus 2020 Masih Rp1 Juta Lebih Per Gram

Mahfud menambahkan, terkait penangkapan terpidana hak tagih ini memang banyak yang mengganggap bahwa pemerintah hanya bersandiwara dalam penangkapan Djoko Tjandra.

"Awalnya ada yang bilang Pemerintah bersandiwara mau menangkap Djoko Tjandra. Toh dia diberi karpet merah. Ada yang bilang pemerintah hanya main 'Ciluk Ba'," ungkapnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd pada 31 Juli 2020.

Halaman:

Editor: Agung Julianto

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X