Bersepeda Jadi Tren di Tengah Pandemi Covid-19, Berhembus Isu Akan Ada Pajak Sepeda?

- 30 Juni 2020, 11:40 WIB
ILUSTRASI Pesepeda melintas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu 31 Mei 2020.* /ANTARA/Retno Asnir/aww

JURNAL GARUT - Di tengah pandemi Covid-19, tren bersepeda kini mulai digandrungi masyarakat. Tak hanya akhir pekan, di hari biasa tak jarang banyak orang yang bersepeda berkeliling kota.

Maraknya tren bersepeda memunculkan isu jika sepeda akan dikenakan pajak. Apalagi banyak sepeda yang dipakai sejumlah masyarakat memiliki harga yang setara motor.

Isu pajak sepeda pun dibantah oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pemerintah bahkan mendorong masyarakat untuk gemar bersepeda dan menyiapkan sejumlah fasilitas.

Baca Juga: Jadwal RTV Terbaru Hari Ini, Selasa 30 Juni 2020: Super Wings dan Tayo The Little Bus

Direktur Jendral Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub, Budi Setiyadi, menegaskan tidak ada ide atau usulan soal pajak sepeda.

"Tidak berbicara dan juga tidak sedang melakukan kajian tentang pajak sepeda. Justru kita mendorong penguna sepeda untuk mendapat perlindungan dan kemudahan dalam aktifitasnya," tegas Dirjen Hubdat di Jakarta dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Selasa 30 Juni 2020.

Dia mengemukakan hanya memberikan penilaian bahwa penggunaan sepeda perlu diatur mengingat kegiatan bersepeda semakin marak akibat pandemi Covid-19. Pengaturan dimaksud menyangkut aspek keselamatan.

Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Kabar Politisi Asal Garut Ini Mengaku Sebagai PKI

Budi menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, sepeda termasuk dalam kategori kendaraan tidak bermotor yang digerakkan oleh manusia. Untuk itu pengaturan tentang tatacara penggunaanya dapat dilakukan dengan peraturan daerah.

Halaman:

Editor: Fariz Akbar

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X