Prabowo Ada Potensi Korupsi Dipembeliat Alutsista Rp1.750 Triliun: Kita Udah Lama Jadi Orang Indonesia

- 14 Juni 2021, 05:59 WIB
Prabowo Subianto dalam acara YouTube Deddy Corbuzier.
Prabowo Subianto dalam acara YouTube Deddy Corbuzier. /Instagram/@prabowo

JURNAL GARUT - Rencana pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI yang tembus angakat Rp1.750 triliun oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berpotensi korupsi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto saat melakan poddcast dengan Deddy Cobuzier pada Minggu, 13 Juni 2021.

Ia menilai jika semua anggaran yang dikeluarkan pemerintah memiliki potensi untuk di mark-up. "Semua anggaran pemerintah itu kan potensi untuk mark up dan sebagainya. Kita kan sudah tau kita kan sudah lama jadi orang Indonesia,” katanya sebagaimana dikutip Jurnal Garut dari kanal Youtube Deddy Cobuzier pada Minggu, 13 Juni 2021.

Namun hal itu tentunya perlu untuk di kontrol, jika mark-up tersebut sudah tidak rasional hingga mencapai 600 persen contohnya, dirinya tidak segan untuk tidak menandatangani dan meloloskannya.

Baca Juga: Ditangkap Polisi Atas Dugaan Kasus Narkoba, Warganet Serbu Akun Instagram Anji Manji

"Yang penting bagi saya kalo sudah gila-gilaan, barang katakanlah X harganya kemudian mark up-nya sampe 600 persen, maaf mungkin banyak orang yang tidak suka sama saya, saya gamau tanda tangan, saya tidak akan loloskan, saya lapor ke presiden,” tuturnya.

Karena hal tersebut mendasarinya untuk melakukan negosiasi langsung dengan para produsen untuk menghindari mark up harga yang terlalu tinggi.

“Jadi sekarang saya banyak yang saya lakukan, saya negosiasi langsung dengan produsen. Sehingga saya ingin tahu harga sebenernya tuh berapa sih, kalau kita mau beli alat ini harganya sebenarnya berapa,” ujarnya.

Tidak sampai disitu ia juga akan mengundang mengundang semua lembaga pemeriksa dari mulai BPK hingga kejaksaan untuk memeriksa semua kontrak sebelum efektif nantinya.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X