Pemerintah Bakal Pungut Pajak dari Sembako, Peneliti: Bisa Mendorong Masyarakat ke Jurang Kemiskinan

- 10 Juni 2021, 15:30 WIB
Pemerintah berencana kenakan PPN atas sembako
Pemerintah berencana kenakan PPN atas sembako /Pixabay/Em Aji

JURNAL GARUT - Rencana pemerintah untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang-barang kebutuhan pokok atau sembako, menuai kritik dari aktivis, politisi, hingga peneliti.

Felippa Ann Amanta salah satunya, Kepala Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) ini menilai rencana pemungutan pajak pada sembako akan berdampak pada naiknya harga pangan.

Lebih dari itu, menurutnya keterjangkauan pangan juga akan menurun dan mendorong lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah menuju jurang kemiskinan.

Baca Juga: Berapa Besaran Bantuan BIP Kemenparekraf 2021? Berikut Ketentuannya

Rencana pemungutan PPN pada sembako dinilainya juga akan mengancam ketahanan pangan dan berdampak buruk kepada perekonomian Indonesia secara umum.

“Pengenaan PPN pada sembako akan mengancam ketahanan pangan terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah sehingga lebih dari sepertiga masyarakat Indonesia tidak mampu membeli makanan yang bernutrisi karena harganya mahal,” kata Felippa Ann Amanta sebagaimana dikutip Jurnal Garut dari Antara, Kamis 10 Juni 2021.

"Menambah PPN akan menaikkan harga dan memperparah situasi apalagi di tengah pandemi ketika pendapatan masyarakat berkurang," ujarnya melanjutkan.

Baca Juga: Apa Itu OSS yang Jadi Syarat BIP Kemenparekraf 2021? Ini Penjelasannya

Lebih lanjut Felippa menjelaskan bahwa pangan berkontribusi besar pada pengeluaran rumah tangga. 

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X