Terkait Status Pegawai KPK, Jokowi: TWK Bukan Dasar Pemberhentian 75 Pegawai

- 17 Mei 2021, 15:46 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait dengan nasib pegawai Komisi Pemberantassan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangasaan (TWK) dalam proses pengalihan status menjadi ASN.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait dengan nasib pegawai Komisi Pemberantassan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangasaan (TWK) dalam proses pengalihan status menjadi ASN. /Twitter/@jokowi//

JURNAL GARUT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui keterangan resminya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa KPK harus memiliki pegawai yang brkomitmen tinggi.

"KPK harus memiliki SDM-SDM terbaik dan berkomitmen tinggi dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Presiden Jokowi, seperti dikutip Jurnal Garut dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin, 17 Mei 2021.

Baca Juga: Mulai Dijamah, Greenidge Generation Sisihkan Dana dari Laba Tambang Bitcoin Untuk Energi Terbarukan

Jokowi menjelaskan bahwa perubahan status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menajdi bagian dari upaya dalam memberantas tindak pidana korupsi yang lebih sistematis.

"Hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK," ujar Jokowi.

Jokowi membantah bahwa pelaksanaan TWK terhadap pegawai KPK yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, bukan merupakan dasar untuk memecat para pegawai KPK yang berjumlah 75 orang.

Baca Juga: Pakai Pelat Nomor Dinas Kepolisian Palsu untuk Hindari Pos Penyekatan, Warga Majalengka Diamankan Petugas

"Tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes," kata Jokowi.

Halaman:

Editor: Agung Julianto

Sumber: Sekretariat Presiden


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X