ITB Peringatkan Potensi Longsor Susulan di Sumedang, Begini Penjelasannya

- 14 Januari 2021, 14:43 WIB
Perpustakaan ITB /Google Street View Juni 2019

JURNAL GARUT - Belum lama ini bencana alam tanah longsor di Sumedang menjadi perhatian publik. Tak ayal sejumlah ahli menganalisa terkait bencana ini.

Salah satunya datang dari ahli bidang longsoran tanah dan geologi teknik Istitut Teknologi Bandung (ITB), Dr Eng Imam Achmad Sadisun, ST MT.

Ia menyimpulkan dan mengingatkan bahaya longsor susulan di Kabupaten Sumedang dapat terjadi, Pasca kejadian longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu lalu.

Baca Juga: Garang! Anthony Sinisuka Ginting Amankan Tiket Perempat Final di Ajang Thailand Open

Dilansir Jurnal Garut dari Antara, Kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim dari KK Geologi Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB meninjau lokasi terjadinya longsor.

Tim tersebut menurut Imam dalam siaran pers Humas ITB, Rabu, menemukan rekahan lain dengan jarak tujuh meter dari lokasi kejadian di bagian atas lereng dekat ke jalan dan dari rekahan yang ditemukan perlu menjadi kewaspadaan akan bahaya longsoran susulan.

"Kita melihat longsoran susulan ini belum berhenti. Tim ITB ke sana retakan itu ternyata masih ada sampai ke jalan di perumahan yang ada di atas dan paling jauh jaraknya 7 meter, nah ini suatu saat bisa jadi meluncur lagi (longsor)", ujarnya.

Baca Juga: Jin BTS Mengungkapkan Bahwa Jimin Merupakan Sosok Inspirasinya

Dikatakan, longsor yang terjadi di Cimanggung tidak hanya sekali terjadi dan setidaknya ada empat kali kejadian longsoran menurut banyak saksi mata di lokasi tersebut.

Halaman:

Editor: Agung Julianto

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X