Catat! Ini Sejarah dan Peristiwa Penting yang Terjadi Saat Isra Miraj, Dari 50 Jadi 5 Waktu Salat

- 8 Maret 2021, 11:23 WIB
Ilustrasi: Salat tidak diterima jika sering meneguk miras /Fuzz/ Pixabay/Pixabay


JURNAL GARUT - Kejadian Isra Miraj untuk umat Islam jadi peristiwa riwayat yang benar-benar mengagumkan, terjadi setahun saat sebelum pindah (10 tahun dari periode diutusnya Sayyid Muhammad sebagai Nabi) saat malam Isnain tanggal 27 Rajab.

Saat Nabi sendirian tidur di dalam rumah Siti Ummi Hani (saudara kandungan Sayyidina Ali) hadirlah Jibril untuk meminta bertemu Allah. Ada yang mengatakan Nabi ada di seputar Masjidil Haram seputar Hijr Ismail dengan didampingi dua teman dekatnya Hamzah dan Ja'far bin Abi Thalib).

Kejadian ini demikian cepat di mana dalam kurun waktu tadi malam menuntaskan perjalanan lajur darat dan lajur udara. Zone tujuan isra' dan mi'raj ialah beberapa titik riwayat Nabi saat sebelum Muhammad.

Baca Juga: Khutbah Jumat Pada Isra Miraj 2021, Berbagai Peristiwa Penting Bagi Umat Islam

Ini memperlihatkan jika kejadian itu ialah sisi dari mujizat. Mengetes keimanan orang Islam bisa dilaksanakan dengan menanyakan yakin atau mungkin tidak pada Isra Miraj. Saya benar-benar sepakat ini kejadian mengagumkan yang cuman dapat dipepet dengan keimanan dan dapat dilaksanakan dengan saintifikasi Isra Miraj.

Dan badan Nabi yang bergerak dalam kejadian ini bertepatan dengan ruhnya yang sudah bersatu.

Merenung Sesaat Tidak berasa jika bulan Rajab 1437 H telah masuk tanggal 27. Tanggal yang cantik dan monumental untuk umat Islam karena Rasulullah Muhammad mendapatkan bonus rihlah ilahiyyah yang didokumentasikan bernama Isra Miraj.

Baca Juga: Punya Anak Remaja? Kenali Ciri-ciri Balig Mereka Menurut Kitab Safinah An-Najah

Syekh Bisri Musthofa Rembang dalam kitab Tiryaqil Aghyar fi Tarjamati Burdatul Mukhtar menerangkan jika saat yang dilakukan dalam isra' itu benar-benar singkat dan mi'raj itu ibarat qaba qausaini. Syi'ir yang diterjemah dengan bahasa Jawa dengan tulisan pegon oleh Mbah Bisri ini ialah:

Dalam catatan terjemahan ini, Mbah Bisri sampaikan cantiknya kata qaba qausaini yang secara lahiriyah berarti "ujungnya dua puncak". Walau sebenarnya ibrah ini ialah kebalik, yang semestinya qaba qausi, jadi maknanya dua puncak.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: NU


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X