Kisah Seorang Gus Dur yang Tak Mau di Sambut Dengan Iringan Sholawat Badar, Ambil Hikmahnya!

- 4 Desember 2020, 16:57 WIB
Karikatur mantan Presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). /Wahid Foundation/

JURNAL GARUT - K.H. Abdurrahman Wahid atau yang kita kenal dengan Gus dur merupakan sosok pemimpin karismatik yang masih bisa dirasakan sampai sekarang, Bagimana tidak sosok presiden ketiga ini dalam menjawab sebuah pertanyan yang dilontarkan kepdanya selalu di tanggapi dengan candaan yang bisa memancing gelak tawa orang disekitarnya.

Namun Jika dicermati lebih dalam lagi apa yang selalu di ucapkan Gusdur memiliki sebuah arti yang begitu luas dan betul adanya.

Ada sebuah cerita tentang Gus dur yang mungkin bisa kita ambil hikmahnya, melansir NU online lewat cerita Tengku Marzuki yang menceritakan kenangannya tentang sosok seorang Gusdur.

Baca Juga: Tangani Covid-19 di Solo, Gibran Ungkap akan Gunakan Teknologi Canggih Ini

Sekitar tahun 1999, Gus Dur mengunjungi Aceh dalam kaitannya dengan referendum yang dikehendaki sebagian masyarakat Aceh. Tepat ketika Gus Dur memasuki ruang pertemuan di Masjid Baiturrahman, segera masyarakat yang umumnya warga NU, mengumandangkan shalawat badar.

Tetapi, Gus Dur meminta hadirin menghentikan bacaan salawat tersebut. “Jangan itu (shalawat badar),” kata Tengku Marzuki menirukan Gus Dur. Hadirin yang heran pun terdiam. Gus Dur lalu meneruskan, “Ayo kita baca ilahilastulil firdausi ahla....”

Hadirin segera mengikuti membaca syair itu, sehingga suasana berubah menjadi lebih syahdu. Hadirin terbawa dan larut dalam syair yang berisi pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT itu.

Baca Juga: Cantiknya Tanaman Alocasia, Tak Kalah Populer dari Janda Bolong: Harga Termahalnya Mencapai Jutaan

Peristiwa tersebut lagi-lagi menunjukkan bahwa Gus Dur adalah sosok yang sederhana dan tak suka diagung-agungkan.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: NU Online


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X