BLT Tidak Tepat Sasaran, Warga Miskin Hanya Menunggu Bansos Yang Tak Kunjung Sampai

- 8 September 2020, 20:02 WIB
KIlustrasi penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran.
KIlustrasi penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran. /Ilustrasi//Ilustrasi

 

JURNAL GARUT - Akibat pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Merespon kondisi itu, pemerintah pun menyalurkan beberapa bantuan sosial, seperti bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat.

Selama pandemi, sejak Mei 2020 pemerintah pusat memberikan bantuan sebesar Rp600.000 per keluarga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesehjateraan Sosial (DTKS) Kementrian Sosial.

Baca Juga: BREAKING NEWS Alfred Riedl Mantan Pelatih Timnas Indonesia Meninggal Dunia

Bantuan sosial diberikan untuk warga yang tercatat dalam DTKS dan non-DTKS. Warga non-DTKS adalah pekerja harian, yakni ojek online, pedagang, buruh, hingga karyawan yang terancam akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bantuan tersebut diserahkan ke pengurus RT dan RW di masing-masing wilayah, untuk dibagikan terutama kepada warga miskin dan warga rentan miskin.

BLT dari Dana Desa akan diperpanjang hingga September 2020. Namun, untuk periode Juli hingga September 2020, nilai manfaatnya diturunkan dari Rpp600.000 menjadi Rp300.000. Sehingga total untuk BLT Dana Desa akan mencapai Rp31,8 triliun.

Baca Juga: Nissan Umumkan Akan Produksi Mobil Baru, Dibuat Seperti Mobil Balap dengan Bahan Serat Karbon

Namun, semua bantuan tersebut belum tepat sasaran. Bantuan BLT Dana Desa yang diberikan nyatanya belum menjangkau semua masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Halaman:

Editor: Agung Julianto


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X