Diperkirakan Bakal Untung Besar Karena Tidak Ada Haji, Pedagang Hewan Kurban Malah Gigit Jari

- 8 Juli 2020, 10:55 WIB
Petugas memeriksa kesehatan gigi hewan kurban. /Humas Pemkab Bandung

JURNAL GARUT - Dinas Ketahanan, Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, memperkirakan animo masyarakat untuk berkurban hewan, cenderung berkurang menjelang Hari Raya Iduladha 1441 H.

Bila melihat pada tahun-tahun sebelumnya, dua pekan menjelang perayaan Idul Kurban tempat penjualan hewan ternak selalu dipenuhi. Akibatnya, banyak pedagang hewan kurban kini hanya bisa gigit jari.

"Tapi kenyataannya, di delapan puluh tiga titik tempat penjualan hewan kurban masih belum didatangi warga. Padahal biasanya, setiap tahun warga telah berdatangan membeli hewan kurban," katanya.

Baca Juga: Puluhan Warga di Sukabumi Keracunan Massal Usai Santap Hidangan Akikah

"Kami perkiraan animo warga berkurban ternak mulai berkurang. Banyak pedagang hewan kurban mengeluhkan," kata Kepala Dinas Ketahanan, Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Andri Setiawan.

Awalnya, kata Andri Setiawan, para pedagang ternak memperkirakan akan terjadi lonjakan pesanan seiring pemerintah telah menunda pemberangkatan berhaji.

Baca Juga: Penerimaan CPNS 2020 Ditiadakan

Dilansir dari Pikiran-Rakyat.com dengan judul, Dikira akan Melonjak karena Haji Ditunda, Penjual Hewan Kurban Gigit Jari, Andri: Meleset, Kios Sepi.

Andri mengatakan perkiraannya ternyata meleset, kios hewan kurban justru sepi dari pembelian.

"Namun perkiraan tersebut meleset, sehingga banyak pedagang gigit jari. Hingga dua pekan menjelang lebaran haji, banyak kios ternak kurang peminat," katanya.
Cek poin ditiadakan

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X