Ikut Campur Urusan Kouta Haji, Emil Diingatkan Fokus Tangani COVID-19 di Jabar

- 9 Juni 2021, 11:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbicara investasi dalam Rembuk Nasional Vokasi dan Peresmian Kewirausahaan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Tahun 2020 di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa 8 Juni 202).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbicara investasi dalam Rembuk Nasional Vokasi dan Peresmian Kewirausahaan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Tahun 2020 di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa 8 Juni 202). /Setwapres RI/

JURNAL GARUT - Gubernur Jawa Barar, Ridwan Kamil diminta untuk fokus pada penanganan kasus positif Covid 19 di Gedung Sate ketimbang ikut berkomentar soal pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini.

Permintaan itu muncul setelah suami dari Atalia itu ikut berkomentar di media soal kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Agama Republik Indonesia yang mengambil kebijakan untuk tidak memberangkatkan calon jamaah haji di tahun ini.

"Jangan ngobrol di Jawa Barat. Terlalu luas. Di Gedung Sate hari ini saja ada 40 pegawai yang dinyatakan positif Covid 19 dan masih dilakukan tracing. Jadi ketimbang ikut berkomentar soal haji, mending fokus saja urus Jawa Barat agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid 19," kata Kasatkorwil Banser Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi, Rabu 9 Juni 2021.

Baca Juga: Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum Positif Corona: Hasil Swab PCR Saya Dinyatakan Positif Covid-19

Yudi menambahkan sebagai pemerintah, terlebih sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.

Seharusnya RK memahami jika keputusan untuk tidak memberangkatkan calon jamaah haji ini diambil semata-mata untuk melindungi warga masyarakat Indonesia dari penyebaran Covid 19.

Apalagi jika komentar itu muncul dibumbui masalah pribadi di mana RK menjadi bagian yang tidak bisa melakukan ibadah haji karena kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Siap-Siap Daftar, Simak Kuota Tiap Jalur PPDB 2021 SMA/SMK di Jawa Barat

"Selain pribadi, kesannya juga seperti sedang mencari simpati publik lewat pro kontra kebijakan pembatalan haji. Apalagi Gubernur kita yang tenar di sosmed ini kan syahwat politiknya menuju Pilpres 2024 sedang menggebu-gebu. Seharusnya lebih peka lah. Agar tidak terkesan sedang mancing di air keruh," imbuh Yudi.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: Jurnal Garut


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X