Lolos Penyekatan Siap-siap Dikarantina, Pemprov Jabar Laporkan Ada 60.000 Kendaraan Diputarbalikkan

- 11 Mei 2021, 11:32 WIB
Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai melakukan peninjauan langsung pos penyekatan di exit tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin 10 Mei 2021.
Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai melakukan peninjauan langsung pos penyekatan di exit tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin 10 Mei 2021. /Yusup Supriatna/Jurnal Soreang


JURNAL GARUT - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melaporkan, sebanyak 60 ribu kendaraan diputarbalikkan sejak penyekatan beroperasi pada 6 Mei 2021.

Emil juga menjelaskan bahwa jumlah kendaraan yang diperiksa di 158 titik penyekatan di Jabar mencapai 130 ribuan kendaraan.

"Yang sudah diputarbalikkan kurang lebih 60 ribuan dari 130 ribuan kendaraan yang kita periksa," kata Emil, melalui keterangan resmi, Selasa 11 April 2021.

Baca Juga: Nekad Mudik? Siap-siap Diisolasi, Pemprov Siapkan Siapkan 2.500 Ruang Isolasi di Desa dan Kelurahan

Emil memastikan, pemudik yang lolos penyekatan akan diperiksa oleh petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang sudah siaga di desa-desa.

Per 8 Mei 2021, tercatat ada 3.413 unit ruang karantina di desa-desa Jabar, dan 584 unit ruang karantina di kelurahan di Jabar. Ruang karantina itu akan digunakan untuk pemudik yang lolos dari penyekatan.

"Bahkan laporan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa sudah ada yang dikarantina," ucapnya.

Baca Juga: Nekat Mudik Siap-siap Diisolasi, Ridwan Kamil: Pemudik yang Ngotot Harus Dikarantina

Selama penyekatan berlangsung di 158 titik, petugas gabungan melakukan tes COVID-19 secara acak. Hasilnya, ada 15 orang yang berniat mudik terkonfirmasi positif COVID-19. Menurut Kang Emil, hal itu menunjukkan bahwa kejadian yang dikhawatirkan betul-betul bisa terjadi apabila warga mudik saat pandemi.

"Ini menunjukkan bahwa teori kita betul. Kalau dilepas begitu saja ada yang terpapar dan nanti kasian orang tua yang didatangi oleh mereka akan terpapar juga dan risikonya tinggi," ucapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: Humas Pemprov Jabar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X