Cuaca Buruk Jadi Penghambat Proses Evakuasi Korban Longsor Sumedang, Nyaris Setiap Hari Hujan

- 13 Januari 2021, 09:44 WIB
Sejumlah rumah longsor saat terjadi bencana longsor di kawasan Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu, 10 Januari 2021. /Pikiran-rakyat.com/Armin Abdul Jabbar/

JURNAL GARUT - Hujan yang terus menerus turun setiap lepas waktu dzuhur menjadi penghambat proses evakuasi korban longsor di Cimanggung, Sumedang.

Hujan disertai petir masih mengguyur lokasi kejadian bencana di Kampung Bojong Kondang itu. Padahal, korban yang dilaporkan hilang masih banyak. Tercatat, sebanyak 23 orang belum ditemukan.

Sejak kejadian pada Sabtu 9 Januari 2021, hingga kemarin malam, Selasa 12 Januari, Tim SAR Gabungan baru menemukan 16 jenazah.

Baca Juga: 20 Detik Selamatkan Diri, Cerita Kapolres Sumedang Lolos Dari Maut Longsor Sumedang

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, proses pencarian korban, Tim SAR menemui kendala. Kendala yang paling signifikan adalah cuaca yang tidak stabil dan curah hujan yang cukup tinggi.

"Dengan cuaca seperti itu, pergerakan tanah semakin besar yang menyebabkan potensi longsor susulan yang cukup tinggi. Material longsor semakin tebal," kata Deden di Cimanggung, Rabu 13 Januari 2021, dikutip dari Notif.id.

Tim SAR gabungan tetap optimis dan semangat dapat memaksimalkan pekerjaan dan berharap agar korban satu persatu bisa ditemukan walau dalam keadaaan yang terbatas.

Baca Juga: Soal Longsor Sumedang, Ini Penjelasan Ilmiah dari PVMBG, Pemerintah Wajib Baca!

"Kami tetap optimis satu persatu dapat ditemukan dan dievakuasi," ucapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: Notif.id


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X