Demonstrasi George Floyd Berlanjut, Angka Corona di AS Diprediksi Meningkat

- 2 Juni 2020, 00:41 WIB
DEMONSTRAN bertato peta Indonesia ikut dalam protes di Philadelphia terkait kematian George Flyod.*

JURNAL GARUTAmerika Serikat diprediksi akan mengalami gelombang baru penyebaran virus corona. Itu terjadi akibat adanya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Amerika Serikat terkait kematian George Flyod (46), oleh kepolisian Minneapolis.

Saat demonstrasi ini terus berlangsung, Amerika Serikat justru menjadi negara tertinggi kasus positif virus corona baru atau COVID-19 di dunia. Per Senin, 1 Juni 2020 terbilang ada 1.837.170 orang terinfeksi positif virus corona.

Seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com dari artikel berjudul "Masih Jadi Peringkat Tertinggi COVID-19, AS Berpotensi Alami Gelombang Baru akibat Demonstrasi Flyod", rata-rata penambahan kasus setiap harinya menembus lebih dari 20.000 orang yang terpapar COVID-19.

Baca Juga: Tak Mau Ketinggalan WhatsApp, WABetaInfo Bocorkan Telegram Siapkan Fitur Baru

Melihat hal tersebut, para ahli khawatir angkanya akan semakin tinggi bila demonstrasi terkait George Flyod masih terus berlangsung tanpa protokol kesehatan yang diikuti.
Hampir seluruh Gubernur, walikota, dan pejabat kesehatan di Amerika Serikat pun mengkhawatirkan kasus virus corona yang akan melonjak beberapa waktu ke depan.

Dari foto yang telah beredar tampak para demonstran berdiri dalam jarak dekat tanpa memakai masker. Tak sedikit pula berbagai pihak yang mengimbau agar setiap orang tetap memakai masker demi melindungi diri sendiri dari paparan virus corona.

Menanggapi peristiwa yang terjadi, Walikota Washington DC, Muriel Bowser membuka suara dalam konferensi pers pada Minggu 31 Mei 2020. Ia turut khawatir, pertemuan massal terkait kematian George Flyod di jalanan akan menimbulkan lonjakan baru virus corona.

Baca Juga: Kawasaki Ninja dan Honda CBR Punya Penantang Baru dari Suzuki

"Saya khawatir terhadap pertemuan massal di jalanan saat kami terus mengimbau agar tetap tinggal di rumah, artinya lonjakan dalam kasus virus corona (dikhawatirkan terjadi) nanti," ujarnya.

Halaman:

Editor: Fariz Akbar

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X