Kasus Covid-19 di China Naik Lagi, Kini Giliran China Selatan dan Serang Anak Sekolah

- 15 September 2021, 09:15 WIB
Kasus Covid-19 di China Naik Lagi, Kini Giliran China Selatan dan Serang Anak Sekolah
Kasus Covid-19 di China Naik Lagi, Kini Giliran China Selatan dan Serang Anak Sekolah /China Daily/Reuters

JURNAL GARUT - Kasus infeksi dan penularan Covid-19 di China kembali meningkat. Kali ini Covid-19 mulai menyerang kota-kota di wilayah China Selatan. Dikabarkan virus Covid-19 di wilayah China Selatan mulai menyerang anak-anak sekolah.

Hal ini memicu kekhawatiran yang tinggi dari masyarakat China Selatan. Mengutip dari PLA Daily masyarakat mengkhawatirkan penularan dari anak-anak sekolah yang belum divaksin.

Otoritas Putian memerintahkan warganya untuk melakukan test Covid-19. Pasalnya setelah ramai kasus kembalinya orang dari Singapura dan membawa virus corona varian delta yang kemudian menjadi wabah dan menginfeksi 100 orang, kini otoritas setempat memberlakukan siaga dan konsen terhadap anak-anak sekolah.

Baca Juga: Update Kasus Covid-19 di Indonesia 14 September 2021, BPOM Terbitkan Emergency Use Authorization 3 Vaksin

Meski sempat mengalahkan virus corona tahun lalu, dan membuat pencapaian di tengah krisis global tersebut. Kini China harus menghadapi tantangan mengalahkan varian delta yang sudah menjadi wabah di sebagian Tiongkok.

Diketahui, klaster Fujian merupakan kasus terbesar selama beberapa minggu di China. Klaster Fujian menjadi momok menakutkan setelah China mengumumkan telah mengatasi varian Delta Covid-19.

Hari ini, Rabu 15 September 2021. China melaporkan ada 59 kasus baru yang ditularkan, meningkat dari 22 kasus dihari sebelumnya, dan penyebaran varian Delta Covid-19 terkonsentrasi si provinsi Fujian.

Baca Juga: Kasus Harian COVID-19 Garut Terus Mengalami Penurunan, Tercatat 5 Orang Positif 10 Orang Sembuh

Otoritas setempat mengatakan, penularan pertama varian Delta Covid-19 di wilayah Fujian datang dari seorang pria yang baru kembali dari Singapura. Kabarnya, meski sudah melewati karantina 14 hari dan di test Covid-19, pria tersebut mengalami gejala yang berbeda dari Covid-19 non-Delta.

Anak dari pria tersebut yang berusia 12 tahun dan rekan satu sekolahnya tercatat sebagai pasien pertama yang terinfeksi varian Delta Covid-19 setelah satu minggu dibukanya kembali aktivitas sekolah.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: PLA Daily


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X