China Mengutuk Perluasan Daftar Hitam Ekonomi AS pada Entitasnya

- 12 Juli 2021, 18:00 WIB
China Mengutuk Perluasan Daftar Hitam Ekonomi AS pada Entitasnya
China Mengutuk Perluasan Daftar Hitam Ekonomi AS pada Entitasnya /Pixabay/mohamed_hassan

JURNAL GARUT - Penambahan 23 entitas China ke daftar hitam ekonomi Amerika Serikat (AS) terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan hubungan militer, begitu sangat ditentang oleh China.

Kementerian Perdagangan China mengatakan dalam sebuah pernyataan yang Jurnal Garut lansir dari Daily Sabah pada Senin, 12 Juli 2021.

Jika masuknya entitas China ke dafrta hitam eknomo As baru-baru ini adalah tindakan 'pelanggaran serius terhadap aturan ekonomi dan perdagangan internasional' dan 'penindasan yang tidak masuk akal' terhadap perusahaan-perusahaan China.

Baca Juga: Drama Korea Nevertheless di Webtoon Tiba-tiba Berubah Nama Jadi 'Ndableg'

"Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah China," kata seorang juru bicara China.

Diketahui sebelumnya, pada Jumat 9 Juli 2021 Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa pihaknya telah menambahkan 14 perusahaan dan entitas lain ke daftar hitam ekonominya.

Alasannya karena terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye penindasan, penahanan massal, dan pengawasan teknologi tinggi China terhadap muslim Uyghur, Kazakh, dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang.

Baca Juga: Dijamin Tak Gagal, Ini Ketentuan Ukuran dan Jenis Dokumen yang Diunggah Pada SSCASN

Entitas yang termasuk dalam daftar hitam ekonomi umumnya diminta untuk mengajukan izin dari Departemen Perdagangan dan menghadapi pengawasan ketat ketika mereka meminta izin untuk menerima barang dari pemasok AS.

Halaman:

Editor: Fariz Akbar

Sumber: Daily Sabah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X