Semakin Mengkhawatirkan, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.047 Triliun Tahun ini

- 14 Agustus 2020, 14:48 WIB
Ilustrasi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia.* /

JURNAL GARUT - Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II-2020 tercatat sebesar 408,6 miliar dolar AS atau Rp 6.047 triliun (kurs Rp 14.800 per dolar AS).

"ULN Indonesia tersebut tumbuh 5,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,6% (yoy)," terang Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2020.

Angka tersebut terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 199,3 miliar Dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) 209,3 miliar dolar AS.

Baca Juga: Besok! Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 5 Kembali Dibuka

Ia mengungkapkan, kondisi itu disebabkan oleh transaksi penarikan neto ULN, baik ULN pemerintah maupun swasta. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi rupiah.

Diterangkan Onny, posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan II-2020 tercatat sebesar 196,5 miliar dolar AS atau tumbuh 2,1% (yoy). Angka itu muncul setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kontraksi 3,6% (yoy).

"Peningkatan ULN pemerintah terjadi seiring penerbitan sukuk global untuk memenuhi target pembiayaan, termasuk satu seri green sukuk yang mendukung pembiayaan perubahan iklim," tambah dia.

Baca Juga: Bikin Geger, Situs Belajar Online di Surabaya Terselip Konten Pornografi

Selain itu, arus masuk modal asing di pasar surat berharga negara (SBN) masih cukup tinggi. Hal itu mengindikasikan persepsi yang positif terhadap pengelolaan kebijakan makroekonomi dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19, menjaga stabilitas, dan mendorong pemulihan ekonomi.

Halaman:

Editor: Agung Julianto

Sumber: Galamedianews


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X