Dolar Melemah Akibat Suku Bungga Tinggi, Powell: Ini Menyakitkan Tapi Alat Untuk Turunkan Inflasi

- 23 Juni 2022, 06:30 WIB
Dolar Melemah Akibat Suku Bungga Tinggi, Powell: Ini Menyakitkan Tapi Alat Untuk Turunkan Inflasi/Seorang karyawan menghitung uang kertas dolar AS di penukaran uang di pusat Kairo, Mesir, 20 Maret 2019. AS mengalami tingkat inflasi yang parah, salah satunya akibat invasi Rusia di Ukraina.
Dolar Melemah Akibat Suku Bungga Tinggi, Powell: Ini Menyakitkan Tapi Alat Untuk Turunkan Inflasi/Seorang karyawan menghitung uang kertas dolar AS di penukaran uang di pusat Kairo, Mesir, 20 Maret 2019. AS mengalami tingkat inflasi yang parah, salah satunya akibat invasi Rusia di Ukraina. /Mohamed Abd El Ghany/REUTERS/

JURNAL GARUT - Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan suku bunga yang lebih tinggi menyakitkan tetapi merupakan cara bank sentral memperlambat inflasi.

Akibat dari suku bunga tinggi berdampak pada melemahnya perdagangan dolar pada Kamis 23 Juni 2022.

Karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun di tengah kekhawatiran ekonomi AS dapat meluncur ke dalam resesi.

Baca Juga: Squid Game dijadikan Reality Show Hadiahnya Jutaan Dolar, Tertarik Mau Ikutan?

The Fed tidak mencoba untuk merekayasa resesi untuk menekan inflasi tetapi berkomitmen penuh untuk mengendalikan harga-harga sekalipun hal itu berisiko terhadap penurunan ekonomi, kata Powell pada sidang Komite Perbankan Senat AS.

"Suku bunga yang lebih tinggi memang menyakitkan, tetapi itu adalah alat yang kita miliki untuk menurunkan inflasi," kata Powell, seperti dikutp dari Antara.

Investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral untuk menjinakkan risiko inflasi menyebabkan perlambatan atau resesi global yang tajam. Suku bunga yang lebih tinggi telah memperkuat dolar tetapi euro telah naik dalam beberapa hari terakhir karena rencana Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi.

Baca Juga: Biden Mengumumkan Tambahan Bantuan Senjata Senilai 800 Juta Dolar ke Ukraina

"Keputusan Federal Reserve menyiapkan panggung untuk langkah yang lebih besar oleh bank sentral lain dan itu memimpin euro lebih tinggi, misalnya, dan dolar Kanada lebih tinggi," kata Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management di New York.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x