PPKM Darurat, PHRI Garut Kibarkan Bendera Putih dengan Emot Menangis, Ketua: Kami Sudah Tidak Sanggup

- 21 Juli 2021, 12:04 WIB
PHRI Garut mengibarkan bendera putih dengan terus berlangsungnya masa PPKM.
PHRI Garut mengibarkan bendera putih dengan terus berlangsungnya masa PPKM. /Muhammad Nur/

 

JURNAL GARUT - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Kabupaten Garut mengibarkan bendera putih dengan memberikan emot menangis pada bendera puith disetiap hotel dan restoran se-Kabupaten Garut.

Dengan adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diumumkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 20 Juli 2021, PHRI Garut mengaku menyerah.

Menurut Ketua PHRI Garut H Deden Rohim mengatakan bahwa pihaknya sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi keadaan seperti ini.

Baca Juga: Emil Klaim BOR Jabar Kembali Turun, Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Perkuat Prokes

"Ini sebuah refleski hati bahwa kita menangis dengan bendera putih, karena sudah tidak sanggup lagi," katanya saat dikomfirmasi Jurnal Garut, di kediamnanya di Rancabango Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut Jabar, Rabu 21 Juli 2021.

Deden mengatakan bahwa di Garut ini yang tercatat di PHRI, Hotel ada 97, Restoran atau Rumah Makan dan Cafe ada 270 dengan jumlah karyawan ada 7200 karyawan.

"Yang WFH (work form Home) itu sudah ada 1900an karyawan, kalau terus bejalan dengan PPKM ini bisa jadi akan ada PHK permanen, nah ini yang saya khawatirkan begitu," katanya.

Baca Juga: Warga Perum Perdana Lakukan Pemotongan Hewan Kurban dengan Protokol Kesehatan

Deden mengaku bahwa para pelaku usaha di bidang industri di Garut sudah tidak mampu dengan kaedaan seperti ini.

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: Jurnal Garut


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X