Radikalisme Masih Mengencam Bangasa Penyuluh Agama Dapat Pembinaan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan

- 8 April 2021, 07:08 WIB
Bupati Garut, Rudy Gunawan menghadiri acara Diseminasi Terkait Penggarusutamaan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan, yang diikuti oleh 150 Penyuluh Agama Honorer (PAH) Kemenag, di Gedung Art center Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/4/21). /Humas Pemda Garut/

JURNAL GARUT - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut menyelenggarakan Diseminasi Pengarusutamaan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan, yang dituruti 150 Penyuluh Agama Honorer (PAH) Kemenag, di Gedung Art center Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan, mengatakan, aktivitas ini mempunyai tujuan untuk memberi info sekalian pembimbingan mengenai radikalisme dan memberikan pengetahuan berkaitan moderasi keagamaan untuk beberapa penyuluh agama.

"Nach maksudnya ialah desiminasi itu memberi info, meresap info dan melakukan beberapa informasi itu sebagai satu pembimbingan yakni mengenai radikalisme, mengenai pengarusutamaan moderasi yang terkait dengan keagamaan," kata Rudy, Rabu 7 April 2021.

Baca Juga: Tertantang Dengan Penjaga Gawang Terbaik, Mbappe Ketagihan Jebol Jaring Manuel Neuer

Baca Juga: FGD Penilaian Tahap III Verifikasi PPD, Rudy Harap Garut Bisa Mengejar Ketertinggalan

Rudy, mengingati beberapa penyuluh persingnya 4 pilar berkebangsaan sebagai dasar bernegara.

"Saya ucapkan barusan, bernegara itu 4 pilar berkebangsaan, Pancasila, Undang-Undang 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan (Negara) Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedang habluminallah itu tidak ada yang lainnya, cuman Allah dan beberapa sunah Rasulullah dan ijtima-ijtima ulama ," ungkapkan Rudy Gunawan.

Saat itu, Kepala Kemenag Kabupaten Garut, Cece Hidayat mengutamakan jika kewajiban penyuluh agama ialah memberi penerangan untuk warga dan mengimbau supaya selalu mencegah dampak radikalisme dan intoleransi.

"Penyuluh agama punyai kewajiban untuk memberi penerangan ke warga, bukan malah jadi biang keladi radikalisme dan intoleransi. Radikalisme akan menggerogoti gizi berkebangsaan. Gizi berkebangsaan kita akan raib karena kita punyai pengetahuan yang radikal, yang menjelek-jelekkan barisan lainnya, mengkafir-kafirkan barisan lainnya," tutur Cece.

Baca Juga: Guru Ngaji Kabur Usai Cabuli Santri di Penginapan, Warga Spontan Bakar Madrasah

Halaman:

Editor: Muhammad Nur

Sumber: Jurnal Garut


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X