Cek Fakta: Habib Rizieq Shihab Surati Jokowi Minta Kasusnya Dihentikan

- 13 Januari 2021, 21:22 WIB
Eks pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab. /YouTube FRONT TV

JURNAL GARUT - Sebuah akun facebook bernama Teguh Raharjo mengunggah gambar tangkap layar sebuah artikel berita yang menyatakan bahwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyurati Presiden Joko Widodo untuk meminta kasusnya dihentikan.

Berikut judul dalam artikel yang diposting akun tersebut: “Rizieq Surati Jokowi Minta Kasusnya Dihentikan, Ini Komentar Telak Polri”,.

Selain memposting gambar tangkap layar, akun Teguh Raharjo juga menambahkan narasi sebagai berikut: “KATANYA ULAMA dan HABIB (PALSU)…mencaci maki dan tidak mengakui Jokowi….sekarang minta tolong ….ternyata dia TOLOL dan BEGO !!!”.

Gambar tangkap layar postingan akun facebook yang menyatakan bahwa HRS surati Jokowi untuk minta kasusnya dihentikan.
Gambar tangkap layar postingan akun facebook yang menyatakan bahwa HRS surati Jokowi untuk minta kasusnya dihentikan.

Baca Juga: Keren Banget!! Lagu Dynamite dari BTS Terus Meroket di Tangga Lagu Billboard!

Gambar tangkap layar ini diposting akun ini dalam grup Facebook Aku Indonesia. Postingan tersebut mendapat respon sebanyak 28 suka, 23 komentar, dan 5 kali dibagikan.

Dikutip Jurnal Garut dari Turn Back Hoax Mafindo, berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa judul tangkapan layar tersebut telah disunting, dengan menambahkan kata “telak” pada artikel aslinya yang bersumber dari kompas.com dengan judul “Rizieq Surati Jokowi Minta Kasusnya Dihentikan, Ini Komentar Polri”, terbit pada 2 Juni 2017.

Apabila dilihat dari kasus yang menimpa rizieq pada tahun 2017, Rizieq meminta untuk menghentikan penyidikan kasus percakapan via Whatsapp berkonten pornografi yang diduga melibatkan Rizieq dan Firda Husein.

Baca Juga: Berikut Ini Peruntunganmu Tahun 2021 Berdasarkan Shio Kelahiran, Cek Di sini Yuk!

Halaman:

Editor: Fariz Akbar

Sumber: Turn Back Hoax MAFINDO


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X